Hikmah 10 Muharram

Hikmah 10 Muharram

MediaKALLA.Com – Pada tanggal 10 Muharram lalu banyak umat Islam yang berpuasa. Ternyata tidak hanya orang Islam yang berpuasa. Orang Yahudi juga berpuasa, sehingga agar ada perbedaan dengan puasa orang Yahudi, Rasulullah menganjurkan puasanya di 9 dan 10 Muharram.

Mengapa disunnahkan puasa pada 10 Muharram? Ternyata dalam perjalanan perjuangan Nabi dan Rasul, banyak kejadian besar yang Allah takdirkan terjadi pada tanggal 10 Muharram. Kajadian apa aja? Penciptaan Nabi Adam AS, diterimanya taubat Nabi Adam AS, bertemunya Adam AS dan Hawa, kapal Nabi Nuh  AS ‘mendarat’, Nabi Ibrahim AS selamat dari api Namruz, Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan, Nabi Musa AS membelah Laut Merah, dan Nabi Muhammad SAW hijrah.

Ada apa dengan kejadian besar itu? Kalau dicermati maka kejadian tersebut adalah merupakan titik balik dari perjalanan perjuangan sebelum menggapai kemenangan. Contohnya, setelah Muhammad SAW beserta pengikutnya mendapatkan tekanan dan penderitaan, maka peristiwa hijrah menjadi titik balik menuju kemenangan. Setelah hijrah ke Medinah maka perlahan dan pasti Muhammad SAW membangun masyarakat Islam dan kemudian meraih kemenangan dengan ‘menguasai’ Mekkah dari para pembesar Quraisy yang dahulu menyiksanya.

Apa hikmah dari itu semua di era modern ini?

Sejarah memiliki hukum dan pola. Sebuah kemenangan, kesuksesan, keberhasilan selalu didahului dengan perjuangan yang penuh penderitaan. Agar seorang ibu dapat melahirkan bayinya maka dia harus berjuang dan berdarah-darah saat persalinan. Demikian pula dengan kesuksesan karir, bisnis, pendidikan. No gain, no pain. Tidak ada hasil tanpa penderitaan. Sebagai pribadi, jika Anda ingin menjadi pribadi yang selalu tumbuh dan berkembang maka teruslah belajar dan berjuang, dan di area pertumbuhan tidak ada kenyamanan. “there is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone”.

Bangsa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi bangsa besar. Selain sumber daya alam tentu yang paling utama adalah sumber daya manusia. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar maka bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar jika para usia produktif tersebut dapat menjadi manusia produktif. Diperkirakan pada tahun 2020 terdapat 132 juta (52%) penduduk usia produktif. Pada saat Negara-negara maju di tahun itu krisis usia produktif maka Indonesia justru sangat banyak. Negara maju yang  banyak adalah penduduk usia manula karena tingkat harapan hidup yang semakin tinggi. Akibatnya beban Negara menjadi berat. Indonesia dalam kondisi yang berbeda. Tentu ini merupakan potensi besar yang harus dioptimalkan. Syaratnya, penduduk usia produktif tersebut dapat menjadi SDM yang unggul dan berkualitas sehingga tidak menjadi beban.

Belajar dari hikmah 10 Muharram, syarat agar dapat menjadi bangsa yang maju dan besar yaitu :

1). orang-orang terpilih atau pilihan yang menjadi pemimpin (zaman dahulu Nabi dan Rasul)

2). Kesiapan untuk melalui jalan yang sulit dan mendaki

3). Istiqamah.

Negeri ini butuh pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang ikhlas, jujur, adil yang memandang kepemimpinan sebagai amanah dari Allah. Selain itu juga cerdas dan terampil sehingga dapat bertindak dengan lebih cepat dan lebih baik. Lalu memiliki kepedulian dan kebersamaan sehingga dapat berpihak pada rakyat dan memberdayakan segala potensi bangsa secara aktif bersama. Pemimpin ini diharapkan dapat memandu rakyat menuju jalan kesejateraan dan kebahagiaan dengan siap menghadapi jalan yang sulit dan mendaki. Kemudian memiliki sikap istiqamah yang konsisten (teguh), persisten (pantang menyerah) dan konsekuen (berani menghadapi resiko).

Kalla Group jika ingin menjadi perusahaan yang besar tentu juga membutuhkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang dapat memandu karyawan agar menjadi manusia produktif. Pemimpin yang berbasis Jalan Kalla dengan ciri utama motivasi kerja ibadah, apresiasi pelanggan, lebih cepat, lebih baik, dan aktif bersama. [mk]

 

Syamril     

 

About mediakalla

" Keep the spirit for being good and we'll find a better day for tomorrow. "

Komentar Anda

%d bloggers like this: