Sekolah Islam Athirah

Hotel Hyatt Terkena Veto (Sejarah Sekolah Islam Athirah)

Keputusan bisnis merupakan terjemahan prinsip dan pandangan hidup, bukan karena keuntungan semata. Bagi Haji Kalla, bisnis adalah jalan bagi beliau dan keluarga untuk bisa terus dekat dengan masyarakat serta membantu mereka supaya bisa hidup lebih baik lagi. Filosofi bisnis Kalla Group adalah “perusahaan harus bermanfaat kepada masyarakat”, sebagaimana dikutip dari interview dengan Bapak M Jusuf Kalla pada Juni 2011 kantor baru Hadji Kalla Group di Gedung Cyber II Kuningan Jakarta Selatan. Kedekatan perusahaan dengan masyarakat dan misi mulia ini tercermin dari berbagai bidang usaha yang digeluti.

Keuntungan jangka pendek bukanlah tujuan utama dalam bisnis Hadji Kalla. Kisah Hotel Hyatt Makassar yang batal dibangun adalah kisah pengambilan keputusan yang berpihak kepada prinsip tersebut.

Awal 1980-an, NV Hadji Kalla membeli bangunan dan tanah bekas TNI Angkatan Udara yang sekarang berlokasi di Jln. Kajaolalido, persis  di sebelah Barat Lapangan Karebosi, Makassar. Bangunan yang merupakan warisan Belanda dulunya dikenal sebagai Hotel Empress. Perusahaan saat itu berencana melakukan pembangunan kembali hotel di lokasi tersebut dengan bekerja sama dengan Hotel Hyatt.

Pada saat itu, Haji Kalla sudah tidak lagi terlibat langsung di perusahaan dan memang untuk hal-hal yang penting pun beliau lebih banyak menyerahkan kepada anaknya. Namun pada saat perjanjian kerjasama siap ditandatangani, dan rencana kedatangan tim Hyatt dari Hong Kong sudah diatur, Pak JK menghadap ayahnya Haji Kalla untuk melaporkan dan meminta masukan.

Setelah mengetahui rencana tersebut, Haji Kalla menolak dengan tegas. Baginya, usaha perhotelan mengandung banyak unsur syubhat dan tidak banyak manfaatnya bagi masyarakat. Yang ada adalah mudharat. Meskipun dicoba jelaskan bahwa hotel tersebut akan dikelola dengan cara berbeda dengan hotel lain, dan pihak Hyatt sudah sepakat dengan pendekatan tersebut, namun Haji Kalla tetap tidak setuju dan menolak rencana hotel tersebut. Prinsip adalah prinsip baginya, dan tidak bisa ditawar-tawar.

Beberapa hari kemudian, rombongan Hyatt dan perwakilan dari Hong Kong datang ke Makassar. Dalam pertemuan tersebut JK menjelaskan pembatalan rencana pembangunan hotel. Beliau juga menyampaikan bahwa NV Hadji Kalla akan menggantikan semua kerugian yang mungkin diderita oleh Hyatt.

Ketua rombongan pertama tidak percaya akan pembatalan rencana tersebut, apalagi disampaikan kalau lokasi di Karebosi tersebut akan dibuat sekolah.

“Kenapa sampai berubah rencananya, bukankah itu lokasi yang sangat strategis dan menguntungkan?” tanyanya kepada JK.

“Anda tahu hak veto?” JK balik bertanya, dan dijawab dengan anggukan heran oleh wakil dari Hyatt.

“Kalau di PBB ada hak veto, maka disini juga ada yang mempunyai hak veto”.

“Siapa yang punya hak veto itu?” tanya si bule dengan wajah yang semakin heran.

“Itu orangnya,” JK menunjuk kepada Hadji Kalla yang kebetulan sedang berada diujung ruangannya dengan kain sarungnya yang khas.

Itulah salah satu momen paling berarti dalam sejarah Kalla Group. Saat ini di lokasi yang direncanakan untuk hotel termegah di Indonesia Timur telah berdiri Sekolah Islam Athirah, yang merupakan sekolah terbaik di Indonesia Timur, yang tanggal 24 April 2011 lalu genap berusia 27 tahun. Sekolah tersebut sudah menghasilkan ribuan lulusan yang sekarang sebagian sudah bekerja dan membangun Sulawesi dan juga Indonesia. Sebuah pencapaian yang jauh lebih berarti dibandingkan laba atau tingkat hunian sebuah hotel.

 

 

 

(Sumber : Draft buku The Kalla Way) 

About mediakalla

" Keep the spirit for being good and we'll find a better day for tomorrow. "

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>