Amanah Finance

PT. Amanah Finance Kembali Raih ‘Multi Finance Syariah Terbaik 2012’

MediaKALLA.Com – Kalla Group patut berbangga, PT. Amanah Finance, salah satu anak perusahaan Kalla Group meraih penghargaan sebagai Multifinance Syariah terbaik oleh majalah investor. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2005 ini berhasil melampaui lembaga lembaga keuangan berbasis syariah  lainnya.

Berikut ini petikan wawancara mediakalla dengan Pak Adnan Bintang, Direktur Utama Amanah Finance.

Boleh Bapak sebutkan kriteria penilaian yang menjadikan Amanah Finance  sebagai Multifinance Syariah terbaik?

Ada  5 hal yang menjadi dasar penetapan dewan juri yakni keuangan, standar of procedure (SOP), kinerja, dan tingkat kepuasaan serta apresiasi dari customer.

Apa keunggulan Amanah Finance dalam kriteria keuangan dan SoP?

Para dewan Juri yang  terdiri dari Pak Syafi’I Antonio, Bank Indonesia sebagai pengawas syariah, dan Departemen Keuanga (Depkeu) menilai keuangan Amanah Finance sebagai multifinance yang paling stabil dan paling terbesar asetnya dibandingkan lembaga keuangan lain yang baru berdiri. Sebagai gambaran, aset kami sebesar Rp 1,9 triliun rupiah per Juli 2011, kemudin naik menjadi  Rp 2,6 triliun pada tahun 2012. Ini sebuah kebanggan tersendiri sebab perusahaan ini baru sekitar  7 tahun berdiri yakni pada tahun 2005 lalu. Idealnya sebuah multifinance baru bisa mendapatkan laba setelah tiga tahun mendapatkan izin operasi usaha.  Selain itu, pendapatan kami naik dari Rp 112 miliar per Juli 2011 menjadi Rp 248 miliar tahun ini atau meningkat 1, 21 %.

Untuk pembiayaan per Juli 2012 sebesar Rp 851 miliar atau naik 4, 8 % dibandingkan tahun lalu. Dengan jumlah Non Performance Finance (NPF)/ Non Finance Loan (Tingkat tunggakan) yang kecil sebesar  1,4-1,5 %, dapat dikatakan keuangan kami sangat stabil.

Tentang SoP, sejauh ini, SoP kami telah berjalan sebagaimana mestinya sehingga semua key performance indicator (KPA) dapat tercapai. Meski demikian pada bagian bagian  tertentu masih ada masalah sehingga tetap harus dievaluasi oleh tim audit internal (BPI).

Bagaimana Bapak menggambarkan hubungan antara kinerja karyawan dengan tingkat kepercayaan customer?

Kami berusaha menjaga kepercayaan customer dengan tetap mengedepankan customer service-oriented.  Silaturahmi dengan customer menjadi selling point kami dengan multifinance lainnya. Setiap collector kami wajibkab untuk bersilaturahmi dengan klien minimal sebulan sekali. Melalui hal tersebut, tumbuh kepercayaan antara keduanya. Sehingga jika suatu saat terjadi kredit macet karena suatu hal misalnya customer mengalami musibah sehingga terlambat membayar, collector kami dapat memahami dan memberikan solusi pembayaran. Itulah yang kami jaga.

Selain itu, kami sadar bahwa setiap collector adalah frontliner yang langsung berhubungan dengan customer. Untuk itu, setiap collector kami berikan training sebelum terjun ke lapangan mencakup Standard of Procedure (SoP), Customer Service dan hal hal lain yang mereka perlukan. Dengan demikian, para collector ini memiliki standar pelayanan yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan customer.

Apakah Ada pengaruh signifikan terhadapa perkembangan perusahaan?

Pengaruhnya jelas signifikan. Melalui Silaturahmi ini sebagai selling point, jumlah account kami naik dari 20 ribu menjadi 30 ribu account. Kami yakin angka ini dapat kami capai sebab customer telah melihat perbedaan kami dengan multifinance yang lain sehingga mereka berani merekomendasikan kami kepada keluarga dan teman-teman mereka. Berdasarkan kesaksian collector kami dilapangan jika ada customer  yang  diminta memilih antara Amanah, Adira dan multifinance lainnya, mereka akan memilih Amanah dengan alasan full syariah sedangkan yang lain masih setengah setengah atau tidak sama sekali.

Kami juga berusaha menjadi trendsetter dalam hal pembiayaan misalnya dalam pembiayaan haji. Kami adalah yang pertama kemudian multifinance yang lain mengikuti. Namun, saat ini fokus kami adalah pembiayaan kendaraan.

Sebagai lembaga syariah, menurut Bapak bagaimana prospek pembiayaan syariah di bandingkan perbankan konvensional?

Saya pikir ke depannya, lembaga syariah ke depannya akan memiliki tempat dihati masyarakat bahkan bisa jadi mereka beralih meninggalkan perbankan konvensional. Sebab masyarakat sudah bisa merasakan perbedaan yang mencolok antara lembaga keuangan syariah dan konvensional.

Bedanya?               

Kalau pembiayaan syariah, sistemnya berdasarkan prinsip murabahah atau bagi hasil. Setiap customer dapat membayar sesuai dengan kesanggupannya masing masing. Jadi, bisa berbeda jumlah pengembalian bulanannya antara customer yang satu dengan yang lain. Jika customer  ingin melunasinya dari jadwal yang ditentukan, tentu pihak perusahaan menyambut positif dengan memberikan diskon. Selain itu, tidak ada denda dikenakan apabila customer terlambat membayar.  Kalaupun ada denda, maka besarannya ditentukan sendiri oleh customer dan tidak dihitung sebagai pendapatan perusahaan melainkan sebagai ta’wid atau ‘dana sosial (zakat)’. 

Bedanya kalau pembiayaan melalui perbankan konvensional dengan sistem jual beli, customer  wajib mengembalikan pinjaman yang besarannya ditentukan oleh Bank tiap bulan. Apabila customer terlambat mengembalikan pinjaman mereka bisa dikenakan denda. Bahkan dalam beberapa kasus dilapangan, customer memang sengaja tidak diinfokan apabila mereka terlambat membayar sehingga pada saat pelunasan jumlah pinjaman yang harus dibayarkan bisa berlipat-lipat. Dengan cara ini, multifinance konvensional bisa mendapatkan laba sebesar besarnya namun dilain pihak merugikan customer. Saya pikir inilah yang mendasari mengapa banyak orang sekarang beralih ke pembiayaan syariah. Masyarakat merasakan sendiri manfaat multifinance syariah dibandingkan perbankan konvensional.

Apa target Amanah ke depan?

Untuk 10 tahun ke depan, Amanah menargetkan bisa mensupport  pembiayaan anak perusahaan Kalla Group ke depan seperti PT. Bumi Karsa, Kalla Electrical System. Selain itu, kami ingin mempertahankan brand ‘the best multifinance syariah’ dan menjadi yang terbaik diantara multifinance syariah maupun pembiayaan konvensional yang ada saat ini.

Kalau Harapan Bapak sebagai pelaku pembiayaan syariah?

Pemerintah menargetkan lembaga pembiayaan syariah tumbuh 5% pertahun, namun angka ini belum tercapai.  Untuk itu,kami mengharap  dukungan Pemerintah untuk Amanah Finance agar kami bisa terus tumbuh dan berkembang sehingga bisa memiliki andil mewujudkan target tersebut.

Selain itu, kami terus berbenah agar tetap mampu berkompetisi memberikan pelayanan yang unggul dan berbeda dengan multifinance yang lainnya. 

About mediakalla

" Keep the spirit for being good and we'll find a better day for tomorrow. "

2 comments

  1. Alhamdulillah, sukses maju terus “AMANAH” dibawah kepemimpinan Pak Adnan bersama team menjadi kebanggaan Kalla Group menebar manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat, aamiin YRA

  2. Sukses untuk PT.Amanah Finance

Komentar Anda

%d bloggers like this: